Selasa, 10 April 2012

Panduan Meditasi Apresiatif, sederhana bangets!

Duduklah bersila yang nyaman, pusatkanlah pandangan anda ke depan pada satu obyek tertentu. Kalau anda sudah merasa mata anda berat, tutuplah mata anda secara perlahan-lahan.
1.  Tarik napas dalam-dalam, rasakan bagaimana udara masuk melewati hidung anda, dan mengalir keseluruh tubuh anda...
2.  Hembuskan kembali perlahan-lahan, rasakan bagaimana udara yang mengalir keluar ini membantu tubuh anda untuk menjadi lebih rileks...
3.   Tarik napas dalam-dalam, tahan napas anda untuk berapa saat...Rasakanlah keseluruhan kaki anda, rasakan kerileksan kaki anda tanpa ada rasa tegang...
4.   Keluarkan napas secara perlahan-lahan, dan rasakan bagaimana udara yang mengalir dari kaki anda membantu menghilangkan perasaan tegang...
5.    Rasakanlah kaki anda sekarang, dan bernafaslah dengan dalam dan perlahan...
6.   Rasakan suatu aliran yang naik ke atas dari kaki anda, kearah perut anda, terus mengalir ke arah dada anda,...lalu hembuskan udara itu secara perlahan-lahan. Rasakan udara yang keluar itu membawa keluar semua ketegangan yang ada dalam tubuh anda.
7.   Bernapaslah kembali dalam-dalam, rasakan sekarang udara yang mengalir menuju tangan-tangan anda...tahan nafas sebentar, dan rasakan alitran dari tangan menuju bahu dan leher anda...lalu keluarkan udara tadi secara pelahan-lahan. Rasakan ketegangan yang dibawa keluar oleh udara tadi, rasakan bagaimana tubuh anda menjadi lebih rileks...
8.   Tarik napas dalam-dalam, rasakan bagaimana udara masuk melalui hidung anda, arahkan aliran udara dan pikiran anda ke bagian tubuh yang masih tegang...
9. Hembuskan nafas perlahan-lahan, rasakan bahwa udara yang keluar telah membawa ketegangan yang tadinya ada dibagian tersebut...
10.Bernafaslah seperti tadi arahkan aliran udara dan pikiran kekepala anda, gerakkan aliran tadi menurun kearah sumsum tulang belakang. Rasakan gerak aliran tersebut...
11.Keluarkan nafas anda perlahan-lahan , rasakan bagaiman aliran udara tadi keluar tubuh anda...
12.Tarik nafas dalam-dalam, perlahan-lahan, arahkan pikiran dan aliran udara kebagian yang terasa msih kurang nyaman...
13.Keluarkan nafas secara perlahan, dan rasakan bagaimana tubuh anda menjadi lebih rileks dan lebih santai...
14.Tarik nafas dalam-dalam, rasakan bagaimana tubuh anda menjadi lebih rileks, rileks, rileks, dan rileks....keluarkan semua ketegangan yang masih tersisa dalam diri anda bersamaan dengan anda menghembuskan nafas secara perlahan-lahan keluar (apabila perlu untuk membawa peserta pada level gelombang alpha, bisa diulang sampai 3 kali).
15.Tarik nafas dalam-dalam, bayangkan seberkas cahaya putih di atas kepala anda. Rasakan saat berkas cahaya tersebut mulai menyelimuti tubuh anda secara perlahan, bersamaan dengan aliran nafas anda yang teratur dan rileks...
16.Hembuskan udara perlahan-lahan...tarik nafas kembali, dan rasakan saat tubuh anda menyerap cahaya putih yang menyelimuti anda...
17.Dengan tetap merasakan nafas anda, bayangkan dan rasakan cahaya tadi memenuhi organ-organ tubuh anda...Bayangkan dan rasakan bagaimana tubuh anda menyerap cahaya tersebut...
18.Setiap bagian tubuh anda sekarang menjadi bercahaya. Rasakan dan bayangkan bahwa anda sekarang memancarkan cahaya putih bersamaan dengan nafas dalam dan teratur yang anda lakukan sejak awal.
19.Bernafaslah dalam-dalam...dan rasakan bagaimana anda sekarang diselimuti cahaya kedamaian dan perasaan damai memenuhi seluruh diri anda...
20.Rasakan bersamaan dengan nafas anda, rasa rileks dan kedamaian yang ada dalam diri anda...
21.Terus bernafas dalam dan teratur, rasakan kedamaian yang ada dalam diri anda, dan pancarkan kedamaian itu keseluruh tubuh anda. (apabila perlu untuk membawa peserta pada level gelombang alfa, bisa diulang sampai 2 kali) 

22.SEKARANG biarkan pikiran anda mengalir ke minggu yang lalu atau sebelumnya, dan kunjungi seluruh saat yang menyenangkan, hal-hal yang membahagiakan, semua yang penuh kebaikan, saat-saat ketikia anda meras diakui, dihargai, dan dicintai...Biarkan pikiran anda menemukan saat-saat ini sementara anda terus bernafas lembut, teratur, tarik nafas, hembuskan...
23.Rasakan kebahagian tersebut kedalam setiap sel tubuh anda...
24.Rasakan perasaan cinta mengalir melalui pembuluh darah and, mengisi jiwa anda dengan kedamaian...
25.Tumbuhkan terus perasaan tersebut...tumbuhkan lagi, sehingga anda dapat mengisi seluruh ruangan dengan cahaya cinta dan kebahagian (jeda 1 menit)
26.Bayangkan bahwa minggu yang akan datang penuh dengan saat-saat seperti itu...Biarkan pikiran anda mengalir pada gambaran seperti apa minggu yang penuh dengan kesenangan, kebahagiaan, kebaikan, dan kesuksesan (jeda 1 menit)
27.Pikirkan apa yang dapat anda lakukan untuk mulai mewujudkan gambaran itu diantara kita di dalam ruangan ini...Mungkin tentang kesan ucapan positif terhadap orang lain, mungkin satu ucapan terima kasih, penghargaan pad seseorag yang telah melakukan hal baik, mungkin satu kat penyemangat bagi seseorang yang terlihat lesu atau kurang bersemangat, mungkin hanya sebuah jabat tangan sapaan pada seseorang yang anda tidak kenal...(jeda 1 menit)
28.SEKARANG buka mata anda, berdirilah, lintasi ruangan dan berjabat tanganlah dengan beberapa orang yang telah anda pikirkan...sampaikan beberapa kata yang telah anda pikirkan...berjabat tanganlah dengan siapapun yang ingin anda sapa...(ini seringkali membutuhkan beberapa menit karena orang-orang umumnya ingi berjabat tangan dengan semua orang di dalam ruangan)

Amal pun butuh Sistem Sob!

Menyempurnakan kebaikan, sederhananya memilih dan melaksanakan aktifitas kebaikan yang lebih baik dari pada yang kita lakukan sekarang. Contoh nih, jika kita punya kebiasaan berinfak setiap hari Jum’at. Saat ada kotak berjalan sendiri pas shalat Jum’at, kita mengisinya dengan Rp. 5000,-. Maka infak kita dalam 1 bulan cuma Rp. 20.000,-. Beh... dikit amat sob? Ga pantes dong cowok ganteng kaya kita, yang dikenal ramah, baik hati dan suka menabung cuma segitu infaknya sebulan. Harus ditambah sob. Okelah, polanya di rubah. Tidak setiap hari Jum’at sja kita berinfak tetapi setiap hari. Dengan nominal yang lebih kecil, Rp. 1.000,- per hari. Biasanya kita kasihkan kepada mereka yang berada di perempatan jalan. Lumayan, amal harian ini membuat jumlah infak per bulan lebih baik Rp. 30.000,-. Ternyata infak kita sering digunakan untuk hal hal yang tidak kita sukai. Berdasarkan pengamatan, ada yang digunakan untuk beli rokok bahkan minuman keras. Weleh, pelanggaran ni bocah.
 Akhirnya pola infaknya kita rubah lagi. Ide muncul tidak bisa spontan, ide muncul setelah kita berpikir. Nah... dapat ide beli celengan, bukan bentuk babi tapi bentuk vas bunga. Setiap hari dimasukin uang dengan nominal Rp. 1.000,-. Jumlahnya dalam 1 bulan sama sih dengan infak harian tapi pola infaknya yang berbeda. Di akhir bulan kita menghubungi agen lembaga amal zakat yang kita percayai. Selama ini kita menggunakan Lembaga Manajemen infak (LMI), Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Kotak Amal Indonesia (KAI), dan Rumah Zakat Indonesia (RZI). Infak kita akan berkumpul dengan infak donatur yang lain. Rp. 30.000,- berkumpul dengan Rp. 300.000,-, Rp. 3.000.000,-, Rp. 30.000.000,-, bahkan lebih dari Rp. 300.000.000,-. Menjadi lebih besar bukan? Ajaibnya tidak berhenti di sini, tanpa kita sadari Rp. 30.000,- kita bisa menjadi sekolah, rumah sakit, panti asuhan, perpustakaan, masjid, Al qur’an, dan yang lainnya. Pokoknya manfaatnya lebih powerfull.
Hanya itu saja? Oh tidak, masih berlanjut pemirsa. Bisa jadi saat kita tidur, Bank Cabang Akherat (BCA) kita tetap terisi oleh pahala. Kok bisa? Ada orang sholeh yang sedang sholat tahajud di masjid, nah... dia sholat di atas sajadah yang merupakan sumbangan salah satu lembaga amil zakat dan belinya dari uang kita. Jika kita termasuk orang yang sehat, salah satu cirinya tiap pagi kita rajin ‘setor’ ke belakang. Dalam kondisi demikianpun kita bisa tetap bertambah pahalanya. Kok bisa lagi? Ada orang sholeh yang membaca Al Qur’an di salah satu dusun terpencil, dimana Al Qur’an itu adalah wakaf dari salah satu lembaga amil zakat yang sumber dananya dari infak kita. Ini namanya multi player effect, satu aktifitas kebaikan yang mendapatkan manfaat banyak pihak. Legend ndak tuh sob?


AWAL menentukan AKHIR

Nostalgia masa kuliah. Aku pernah melihat perubahan teman yang luar biasa. Dia menjadi lebih baik. Dulu jarang shalat sekarang sholatnya rutin di awal waktu, bahkan berjamaah di masjid. Itu yang jarang sholat, gimana yang sudah rutin? Tambah ga pernah sholat, hehehe tambah lebih baik dong. Wow... apa yang membuat mereka berubah? Ternyata dia baru saja ikut training ESQ-nya Ari Ginandjar Agustian. Kok bisa ya pikirku? Akhirnya aku berusaha mencari tahu dengan menjadi peserta in house training ESQ di Universitas Airlangga.
Saat itu aku sudah rutin ngisi training. Sehingga ada niatan lain saat ikut training Esq tersebut. Sebagai seorang public speaker, aku ingin melihat materi, musik, video dan gaya presentasi trainer ESQ. Aku konsentrasi untuk menyerap  segala sesuatu terkait training ESQ. Kenapa? Biar saat aku mengisi ditempat yang lain yah ESQ banget.
Akhirnya hari yang telah dijanjikan tiba. Cukup 2 hari mengikuti in house training ini. Tempatnya di lantai 5 Rektorat Universitas Airlangga. Bismillah...
Materi pertama. Lampu dimatikan. Penerangan hanya dari cahaya LCD. Setelah beberapa menit berjalan, telingaku mendengar ada suara orang yang menangis. Bukan satu, sebagian besar peserta disekelilingku menangis. Depan, kanan, kiri, dan belakang. Samar aku melihat yang awalnya berdiri sekarang duduk, bahkan sudah ada yang sujud. Detik itu, aku masih berdiri, tegak sempurna. Nah... segera aku ikut sujud meski belum ku pahami kenapa para peserta sujud. Suara tangis yang ku dengar semakin jelas, berubah menjadi istigfar. Ada diantara peserta yang berteriak mengakui kesalahan dan mengucapkan taubatan nasuha. Ada apa dengan mereka? Kenapa aku tidak merasakan apa yang mereka rasa? Tidak sedikitpun aku meneteskan air mata. Beberapa usaha sudah kucoba agar aku meneteskan air mata, kucubit pipi, paha dan pinggangku sendiri sampai memar. Tetap tidak berubah. Haloooo.... aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, ada apa denganku?  tapi belum kutemukan jawabannya.
Kenapa aku tidak tersentuh dengan materi trainingnya. Ini yang terus aku tanyakan pada diriku sendiri. 1 hal yang sangat kurasakan menyiksa, apakah hatiku sudah semakin keras kok saat dibacakan firman Alloh dimana peserta lain bergetar hatinya sedangkan aku tidak. Aku harus mencari alasan agar tidak dikatakan sebagai orang yang berbeda. Hem... haruskah aku bilang bahwa air mataku sudah kering. Wuek... terlalu lebay.
Materi pertama selesai. Lampu dinyalakan. Semua peserta diminta berdiri lalu berpelukan 1 dengan yang lainnya. Tampah wajah mereka yang berurai air mata. Bahkan ada yang masih tertunduk lesu, benar-benar menyesali kesalahan yang telah dibuat selama ini. Masih ada kesempatan biar aku tampak seperti mereka, pikirku. Aku menaruh beberapa air liur diujung jariku lalu aku melingkarkannya disekitar kelopak mataku, ini spontan. Biar tampak bahwa aku juga menangis, sama seperti mereka. Hehehe. Saat berpelukan aku tidak lupa untuk berakting sesenggukan, biar tambah perfect. Malu kalo mengingatnya, hiks hiks.
Semakin heran ternyata yang aku rasakan di materi pertama juga aku rasakan di materi selanjutnya. Bahkan hampir semua materi. Aku sungguh dibuat penasaran. Biar tidak nambah jerawat di wajah aku lepaskan beban dengan berdoa kepada Alloh agar aku ditunjukkan jalan untuk mengetahui jawabannya.
Besoknya, ada kajian di Masjid Asy Syifa, Karang Menjangan, Surabaya. Jalan tempat sorganya tempe penyet di Surabaya, mau sambel penyet model apa saja ada. Dalam kajian tersebut dibahaslah Risalah 40 hadist intisari ajaran agama Islam yang dikodifikasikan oleh Imam Nawawi. Benar kajian Hadist Arba’in. Nah... yang dibahas tu hadist yang pertama, tentang niat gan. Berat banget, pikirku.
Segala sesuatu tergantung pada niatnya, sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatab ra, barang siapa berhijrah karena ingin wanita yang akan dinikahi atau harta yang akan didapatkan maka Alloh akan memberikan yang mereka niatkan. Lalu barang siapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasulnya maka dia akan mendapatkan Alloh dan Rasulnya serta balasan lain yang lebih baik dari Alloh SWT.
Detik itu juga aku kaget. Muncul bintang di atas kepalaku, aku mendapatkan pencerahan seketika. Oh... ini sebabnya, pikirku. Makanya aku sulit mengeluarkan air mata di training ESQ kemaren. Aku menyadari hl yang sangat luar biasa, sederhana tetapi menentukan apa yang akan kita dapatkan dari aktivitas kita.
Guys, aku ikut training ESQ hanya ingin mencari tahu tentang materi, musik, video, dan gaya presentasi trainernya terus akan kumodifikasi sesuai dengan gaya trainingku. Alhamdulillah apa yang aku inginkan sudah kudapatkan. Sedangkan mereka, peserta lain dari training ESQ meniatkan ingin meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Akhirnya, sentuhan firman Alloh dan cerita hikmah yang lain dapat dengan mudah menyentuh hatinya. Saat mereka menyesal untuk semua kesalahan, keluarlah air matanya dengan muncul semangat baru mereka akan berikrar “Aku harus lebih baik”. Nah... mereka mendapatkan yang aku dapatkan, tetapi aku tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Motivasi pasca training.
Amazing bukan, bahwa lintasan pikiran yang muncul saat kita mengawali aktivitas tertentu akan membawa kita kepadanya. Alloh memberikan apa yang kita niatkan. Berhati-hatilah dalam meniatkan sesuatu, sungguh saat ridhlo Alloh yang ingin kita capai maka Alloh akan memberikan lebih dari apa yang kita inginkan, bahkan dari apa yang kita butuhkan.

Nasehat dengan Solusi

Saya punya teman, sebut saja namanya Tono. Suatu hari, dia memberi pengumuman di depan kelas. “Guys, mulai hari ini, lo semua ga usah belajar. Jangan kuatir dengan ujian, gue telah menemukan tips dan trik terbaru untuk menyontek yang tidak meninggalkan barang bukti apapun. Mantap kan? Bahkan dijamin 100% jawabannya benar semua. You can call me for the answer” .
Seketika, kelas semakin gaduh. Kebahagiaan yang meledak. Selama ini ujian memang menjadi momok mengerikan, bagi beberapa pelajar yang malas belajar. Siapa sangka, mereka yang sudah rajin pun tetap akan tergoda dengan kemudahan yang ditawarkan, hasil bagus yang instan, tidak perlu kerja keras.
Mereka yang benar-benar happy bahkan excited meluapkan dengan memberi dukungan kepada Tono agar semakin kreatif. Mereka mengirim sms ke 7373 dengan format : Reg_Tono. Jawaban yang akan di terima langsung dari triknya Tono. Hehehe.
Harapan itu masih ada. Tidak semua penghuni kelas setuju dengan yang dilakukan si Tono. Sebut saja tiga orang, Toni, Tini, dan Tino. Saya tegaskan, mereka bukan saudara, nama yang dibuat untuk memudahkan skenario cerita saja.
Toni anak yang sholeh. Alim beud pokoknya. Rajin ke masjid dan ikut kajian. Secara fisik tampak kealimannya dari dahinya yang menghitam, bukan karena oli pemirsa, hitam karena bekas sujud yang lama. Nah... tampilah dia, sebagai orang yang pertama yang mengingatkan si Tono. Kita lihat liputannya!
Toni : Hai sob, kita kan sahabat ni, boleh dong aku share something ke lo
Tono : Yoi sob, apa ni yang bisa gue bantu?
Toni : Gini sob, kita kan saudara ni?
Tono : Saudara? Dari Hongkong?
Toni : Lho kita saudara sob, kita dipersatukan oleh Keislaman kita. Kalimat tauhid. Sesama muslim kan saudara.
Tono : Hah? Yowes lah... terus?
Toni : Eh sob, sebagai saudara gue mau nasehatin lo boleh kan. Jangan nyontek po’o. Nyontek itu dosa, bisa masuk neraka. Bisa berabe kan?
Tono : Maksud lo? Eh sob. Lo jangan sok alim deh, urus aja urusin lo sendiri.
Fin bahasa Koreanya untuk proses dakwah Toni kepada Tono. Bisa di bilang belum berhasil lah ya. Tapi saya yakin, tokoh Toni ini dibuat untuk tidak gampang menyerah.  Lagi D’Masiv telah menjadi soundtrack dalam darahnya. Dia akan kembali, pasti.
Terus, ada tokoh yang kedua. Tini namanya. Cieh... ni cewek juga sholihah banget. Hijabnya benar sesuai syariat, dia juga selalu nundukin pandangan dalam berinteraksi (tuntunannya memang begitu, bukan karena ada koin di bawah). Nah... si Tini belajar dari kisah Toni. Dia berpikir belum mampu merubah  Tono dengan tangan dan mulutnya. Dia hanya percaya bahwa yang dilakukan Tono salah, dan dia berdoa semoga segera berubah. Agar dia tidak terjebak dengan dosa jariyah. Weleh... ada tho lawannya amal jariyah?
Apakah doa Tini dikabulkan oleh Alloh SWT? Apakah Tono juga akan berubah meninggalkan aktivitas “dosa jariyah” yang telah dia sistemkan? Apakah Tono juga akan taubat dan dia menggunakan kecerdikannya untuk kebaikan dunia dan akheratnya? Tetap stay tune pemirsa, baca terus kisahnya.
Sahabat Toni dan Tini yang bernama Tino juga ingin berpartisipasi mengarahkan Tono ke arah yang lebih baik. Dia mengundang Tono untuk hadir di rumahnya bis Isya, katanya sih Ibunya masak makanan yang disukai Tono, lontong tahu. Tono menerima undangan Tino dengan senang hati.
“Ting Tong!” , ini suara bel rumah Tino. Kelihatan sekali rumah Tino jadul, rumah modern tu suara belnya “Tet... Teeet...” bahkan ada yang suara MP3. Hehehe. Tono disambut Ibunya Tino, lalu menjelaskan lontong tahunya masih progres, belum masak. Nah... tono diharapkan sabar menunggu sama Tino di meja utama. Segeralah Tono  beranjak masuk ke dalam rumah.
“Ngapain lo sob?”, tanya Tono ke Tino saat melihat sobatnya sibuk dengan banyak sekali kertas di hadapannya.
“Oe...lagi belajar sob, besok kan ujian. Ayo sini, bantu gue mengerjakan soal”, Tino tampak bahagia sekali melihat sahabatnya hadir. Dia memberikan satu lembar kertas yang berisi soal-soal yang telah dia siapkan.
“Ngapain juga belajar sob. Lo ga dengar apa pengumumanku di depan kelas tadi. You can call me, tomorrow!. Udah kita main saja sekarang, gimana?”, Tono membalas sambil duduk disamping Tino.
“Besok ya besok sob, sekarang ya sekarang. Udah bantulah aku untuk mengerjakan soal-soal ini”, pinta Tino memelas.
“Hahahaha. Mengerjakan soal? Ga salah lo minta tolong ma gue. Selama ini kalau ujian saja hue menyontek. :p”, balas Tono sadar diri.
“Udah sob, dikerjakan saja dulu. Entar kita kerjakan bareng-bareng kalau ada yang ga bisa dikerjakan. Uokeh?”, Tino tetap memaksa Tono untuk mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan dengan cara yang halus.
Akhirnya Tono mulai mengerjakan soal tersebut. Membaca soalnya saja dia bingung. Ini apa maksudnya? Akhirnya dari pada buang-buang waktu dia segera bertanya kepada Tino tentang maksud dari soal tersebut dan cara menyelesaikannya. Tino tersenyum, lalu memberikan panduan kepada Tono dihalaman berapa saja dia bisa terbantu.
Menit terus berjalan, tanpa di sadari oleh Tono, dia bisa menyelesaikan 1001 soal yang telah disediakan oleh Tino dalam waktu 43 menit. Wow... lebay banget, 10 soal ajalah. Kemudian ada sesuatu yang baru disadari oleh Tino.
“Bentar... bentar sob, gue kok bisa ya menyelesaikan soal soal ini? Padahal selama ini gue kesulitan lho. Ada apa ya?”, tanya Tono keheranan setelah melihat kemampuan barunya.
“Masak sih? Oh... mungkin karena gue memandu lo untuk mengerjakan soal soal itu. Makasih dong ma gue! Hehehe”, Tino tersenyum bangga.
“Mungkin juga ya”, Tono tidak sadar bahwa Tino telah menyiapkan skenario untuk melanjutkan pengaruhnya.
“Eh sob, gue bisa bantu lo untuk selalu bisa mengerjakan soal-soal seperti ini, bahkan yang lebih sulit. Tapi ada syaratnya. Gimana?”, Tino telah menyiapkan perangkapnya.
“Hah? Serius lo? Gue sih setuju saja, capek gue kalo harus nyiapin contekan terus. Hehehe. Apa syaratnya?”, Tono seakan akan menemukan gairah baru dalam hidupnya, dia akan menjadi lebih baik.
“Lah... emang itu syaratnya. Mulai malam ini, lo ga boleh menyontek lagi dan memberikan hasil contekan kepada teman teman sekelas. Gimana?”, Tino menjelaskan syaratnya dengan hati hati agar tidak menyinggung perasaan Tono.
“Ehm...”, Tono berpikir keras atas syarat yang diberikan oleh si Tino. Akhirnya dia memutuskan menyetujui syarat yang ditawarkan oleh si Tino. Sejak saat itu Tono tidak pernah menyontek lagi.
Fin yang sebenarnya.

Yuk, JUJUR kepada siapapun, khususnya dalam mendidik si buah hati.

START.
Ini cerita tentang Bunda berputra 2. Semuanya laki-laki. Usianya masih balita, 3,5 tahun dan 4 bulan. Berawal dari si Kakak yang mulai rewel sampai Bunda tersebut kehilangan kesabaran. Keluarlah ancaman yang menjadi senjata pamungkasnya selama ini. “Kakak, kalo tidak bisa diam. Maka kelamin Kakak akan Bunda potong lho dengan gunting ini!”. Ajaib. Detik itu juga si kakak diam dengan wajah penuh ketakutan. Sang Bunda pun bernafas lega. Sedikit terobati capek fisik dan perasaannya hari itu.
Sorenya, si Adek sedang tidur, pulas. Nenen banyak banget, pasti lama tidurnya. Bunda berpikir, tidak apa apa ditinggal sebentar untuk beli bumbu masak ke toko sebelah. Toh... ada Kakak yang bisa menemaninya. Bergegas Bunda pergi belanja, hanya 4 menit 37 detik, hampir 5 menit. Sesampai di depan pintu rumah Bunda kaget, si Adek menangis dengan kerasnya. Tidak pernah tangisan sekeras ini dia keluarkan setelah hadir di dunia ini. Ada apakah gerangan?
Pucat wajah si Bunda melihat kejadian yang berada di kamar putranya. Si Kakak memegang gunting dengan tangan berlumuran darah. Sedangkan di atas kasur si Adek meronta ronta karena kemaluannya mengeluarkan banyak sekali darah. “Tadi adek nangis. Kakak suruh berhenti tidak mau. Kakak lalu ambil gunting dan memotong kemaluan adek”. Deg! Ucapan si Kakak polos, tanpa merasa bersalah karena hal itulah yang selama ini diucapkan oleh Bundanya. Seperti mengajarinya. Bundapun membentak si Kakak dan menangis dengan keras. Berlarilah keluar kamar si Kakak sambil membuang gunting yang dari tadi dipegangnya. Dia ketakutan.
Bunda segera meraih Adek yang berada di kasur. Niatnya cuma 1, segera dibawa ke Rumah Sakit agar mendapatkan pertolongan. Disambernya kunci mobil yang berada di atas meja. Bunda berlari ke garasi sambil menggendong Adek yang masih menangis dengan keras. Masuk ke dalam mobil dengan perasaan gugup dan kacau.  Pintu garasi terbuka otomatis, lalu Bunda mengundurkan mobil. Maklum mobil dalam rumah itu selalu terparkir dengan bagian depan berada di dalam. Mobil di gas dengan kuat dan waktu yang bersamaan ada sesuatu yang terlindas ban mobil. Bunda kaget dan menghentikan mobil dengan cepat. Dari spion tampak darah mengalir di sekitar ban mobil bagian belakang. Ya Tuhan.... apa lagi ini. Bunda segera keluar dari mobil dan detik itu juga jantungnya hampir berhenti. Si Kakak terlindas kepalanya. Ternyata dia bersembunyi di garasi sambil berbaring, takut Bundanya marah dan memotong kelaminnya.
END.
Semoga ada hikmah yang diambil.