Selasa, 10 April 2012

AWAL menentukan AKHIR

Nostalgia masa kuliah. Aku pernah melihat perubahan teman yang luar biasa. Dia menjadi lebih baik. Dulu jarang shalat sekarang sholatnya rutin di awal waktu, bahkan berjamaah di masjid. Itu yang jarang sholat, gimana yang sudah rutin? Tambah ga pernah sholat, hehehe tambah lebih baik dong. Wow... apa yang membuat mereka berubah? Ternyata dia baru saja ikut training ESQ-nya Ari Ginandjar Agustian. Kok bisa ya pikirku? Akhirnya aku berusaha mencari tahu dengan menjadi peserta in house training ESQ di Universitas Airlangga.
Saat itu aku sudah rutin ngisi training. Sehingga ada niatan lain saat ikut training Esq tersebut. Sebagai seorang public speaker, aku ingin melihat materi, musik, video dan gaya presentasi trainer ESQ. Aku konsentrasi untuk menyerap  segala sesuatu terkait training ESQ. Kenapa? Biar saat aku mengisi ditempat yang lain yah ESQ banget.
Akhirnya hari yang telah dijanjikan tiba. Cukup 2 hari mengikuti in house training ini. Tempatnya di lantai 5 Rektorat Universitas Airlangga. Bismillah...
Materi pertama. Lampu dimatikan. Penerangan hanya dari cahaya LCD. Setelah beberapa menit berjalan, telingaku mendengar ada suara orang yang menangis. Bukan satu, sebagian besar peserta disekelilingku menangis. Depan, kanan, kiri, dan belakang. Samar aku melihat yang awalnya berdiri sekarang duduk, bahkan sudah ada yang sujud. Detik itu, aku masih berdiri, tegak sempurna. Nah... segera aku ikut sujud meski belum ku pahami kenapa para peserta sujud. Suara tangis yang ku dengar semakin jelas, berubah menjadi istigfar. Ada diantara peserta yang berteriak mengakui kesalahan dan mengucapkan taubatan nasuha. Ada apa dengan mereka? Kenapa aku tidak merasakan apa yang mereka rasa? Tidak sedikitpun aku meneteskan air mata. Beberapa usaha sudah kucoba agar aku meneteskan air mata, kucubit pipi, paha dan pinggangku sendiri sampai memar. Tetap tidak berubah. Haloooo.... aku mencoba bertanya pada diriku sendiri, ada apa denganku?  tapi belum kutemukan jawabannya.
Kenapa aku tidak tersentuh dengan materi trainingnya. Ini yang terus aku tanyakan pada diriku sendiri. 1 hal yang sangat kurasakan menyiksa, apakah hatiku sudah semakin keras kok saat dibacakan firman Alloh dimana peserta lain bergetar hatinya sedangkan aku tidak. Aku harus mencari alasan agar tidak dikatakan sebagai orang yang berbeda. Hem... haruskah aku bilang bahwa air mataku sudah kering. Wuek... terlalu lebay.
Materi pertama selesai. Lampu dinyalakan. Semua peserta diminta berdiri lalu berpelukan 1 dengan yang lainnya. Tampah wajah mereka yang berurai air mata. Bahkan ada yang masih tertunduk lesu, benar-benar menyesali kesalahan yang telah dibuat selama ini. Masih ada kesempatan biar aku tampak seperti mereka, pikirku. Aku menaruh beberapa air liur diujung jariku lalu aku melingkarkannya disekitar kelopak mataku, ini spontan. Biar tampak bahwa aku juga menangis, sama seperti mereka. Hehehe. Saat berpelukan aku tidak lupa untuk berakting sesenggukan, biar tambah perfect. Malu kalo mengingatnya, hiks hiks.
Semakin heran ternyata yang aku rasakan di materi pertama juga aku rasakan di materi selanjutnya. Bahkan hampir semua materi. Aku sungguh dibuat penasaran. Biar tidak nambah jerawat di wajah aku lepaskan beban dengan berdoa kepada Alloh agar aku ditunjukkan jalan untuk mengetahui jawabannya.
Besoknya, ada kajian di Masjid Asy Syifa, Karang Menjangan, Surabaya. Jalan tempat sorganya tempe penyet di Surabaya, mau sambel penyet model apa saja ada. Dalam kajian tersebut dibahaslah Risalah 40 hadist intisari ajaran agama Islam yang dikodifikasikan oleh Imam Nawawi. Benar kajian Hadist Arba’in. Nah... yang dibahas tu hadist yang pertama, tentang niat gan. Berat banget, pikirku.
Segala sesuatu tergantung pada niatnya, sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Umar bin Khatab ra, barang siapa berhijrah karena ingin wanita yang akan dinikahi atau harta yang akan didapatkan maka Alloh akan memberikan yang mereka niatkan. Lalu barang siapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasulnya maka dia akan mendapatkan Alloh dan Rasulnya serta balasan lain yang lebih baik dari Alloh SWT.
Detik itu juga aku kaget. Muncul bintang di atas kepalaku, aku mendapatkan pencerahan seketika. Oh... ini sebabnya, pikirku. Makanya aku sulit mengeluarkan air mata di training ESQ kemaren. Aku menyadari hl yang sangat luar biasa, sederhana tetapi menentukan apa yang akan kita dapatkan dari aktivitas kita.
Guys, aku ikut training ESQ hanya ingin mencari tahu tentang materi, musik, video, dan gaya presentasi trainernya terus akan kumodifikasi sesuai dengan gaya trainingku. Alhamdulillah apa yang aku inginkan sudah kudapatkan. Sedangkan mereka, peserta lain dari training ESQ meniatkan ingin meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Akhirnya, sentuhan firman Alloh dan cerita hikmah yang lain dapat dengan mudah menyentuh hatinya. Saat mereka menyesal untuk semua kesalahan, keluarlah air matanya dengan muncul semangat baru mereka akan berikrar “Aku harus lebih baik”. Nah... mereka mendapatkan yang aku dapatkan, tetapi aku tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Motivasi pasca training.
Amazing bukan, bahwa lintasan pikiran yang muncul saat kita mengawali aktivitas tertentu akan membawa kita kepadanya. Alloh memberikan apa yang kita niatkan. Berhati-hatilah dalam meniatkan sesuatu, sungguh saat ridhlo Alloh yang ingin kita capai maka Alloh akan memberikan lebih dari apa yang kita inginkan, bahkan dari apa yang kita butuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar