Sabtu, 01 Oktober 2011

KITA TIDAK BISA SELALU MERASA BENAR

Ini tentang prasangka. Kita dengan orang lain. Saat ada hal yang berbeda, sulit bagi kita untuk merasa salah. Karena dari awal kita selalu mematok benar. Apalagi orang lain tersebut adalah orang yang kita kenal dan kita mengetahui sebagian besar apa yang terjadi padanya.

Beberapa hari yang lalu...
Aku ditanya oleh seorang temen tentang status fesbuknya. Dia bertanya tentang "X". Apakah dia sudah menjalani "ritual" yang selama ini kami jalankan sehingga status fesbuknya seolah-olah termasuk dalam suatu komunitas. Lebih islami, bahkan sangat islami.
Aku menjawab : Memangnya kenapa?
Dia hanya merasa tidak nyaman saja dengan kondisi itu. Takut ada yang salah paham saat apa yang muncul dalam status dengan aktivitas sehari-hari berbeda.
Wah... sampe segitunya perhatian dari temenku yang satu ini. Kenapa hanya dia? Padahal aku merasa banyak orang yang "melakukan" hal yang sama seperti "X".
Dia menegaskan sekali lagi bahwa takut ada yang "tertipu" dengan status-status dalam fesbuk tersebut.
Muncul lagi pertanyaan saya : Siapa yang akan tertipu?
Pertanyaan ini tidak dijawab dan tidak ada penegasan lainnya.

Ada apakah gerangan? Aku semakin penasaran. Aku langsung membuka profil dari si "X". Status yang selalu update dan isinya bermanfaat. Lebih bagus daripada status fesbukku yang tidak begitu penting. Aku menikmati setiap statusnya tapi aku masi bingung, siapa yang akan tertipu?

Jleg!
Oalah... apakah ini?
Status yang selalu mendapatkan komentar dari sebagian besar lawan jenis dari si "X". Perlu diketahui temenku mempunyai jenis kelamin yang sama dengan "X". Sedangkan yang memberikan komentar adalah orang-orang yang berada dalam komunitas temenku.

Prasangkaku :
Semoga ini bukan perasaan cemburu dari temenku, maklum dia belum menikah.hehehehe. Nah ini prasangka jelekku. Aku mengharap ini juga tidak benar.

aku sebenarnya pengen bilang pada temenku... tidak perlu ribut dengan status siapapun. Karena semua orang sudah bisa dan pintar menilai. Apalagi kalau hanya melalui status fesbuk. Hhhhh... repot juga kalau kita dihadapkan pada kegiatan-kegiatan besar untuk hasil yang lebih besar, masih bingung juga dengan hal kecil seperti itu.

Lagian belum tentu kita lebih baik daripada orang yang kita prsangkai buruk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar