Mungkinkah orang yang belum punya pekerjaan dan penghasilan yang tetap dapat menghidupi anak istrinya selama 11 bulan mereka mengarungi bahtera rumah tangga?
Tidak perlu dijawab dulu, aku mau cerita tentang seseorang. Dia, tokoh biasa yang luar biasa. Dengan mengungkapkan kata "Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah kepada kebenaran maka Tuhan akan memberikan jalan keluar dari semua permasalahan yang kita hadapi bahkan... Dia akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Bukankah tatkala kita melakukan 1 kebaikan maka Dia akan membalas 10 kali lipat? Sedangkan tatkala kita melakukan 1 keburukan Dia akan membalas sesuai dengan yang kita lakukan." Kata ini memberikan inspirasi untuk selalu berbuat baik. Meski berbuat baik tidak harus berwujud materi.
Beberapa cerita ini semoga bisa memberikan manfaat.
1st.
Selalu ada temen ngobrol, seperti hari itu. Janjian di suatu depot di Surabaya. Pesan 2 minuman. Ngobrol ngalur ngidul. Waktu membayar kita berdua "royokkan", saling memaksa agar bisa mentraktir. Alhamdulillah... aku yang menang. Setelah itu berpisah, karena kita punya jadwal yang berbeda.
Di tengah perjalanan, weleh sahabt baikku sms. Isinya, kita diundang makan siang ba'da Jumatan di Wapo Airlangga. Cepat sekali keajaiban terjadi Rp. 5000 diganti dengan Rp. 150.000. Total yang kita habiskan di Wapo.
2nd.
Undangan training di Jember datang hari Kamis. Aku bertindak cepat mempersiapkan semuanya, salah satunya berapa harga tiket Surabaya - Jember. Ku sms temenku yang dari Jember. Kereta Rp.60.000, kalo bus harga tarif bawah cuma Rp. 40.000. Alamak... di dompetku cuma ada Rp. 30.000, lusa harus sampai di sana lagi. Apa yang harus aku lakukan.
Besoknya aku belum menemukan jawaban. Bingung juga si... Istri mengajak belanja, bergantilah Rp. 20.000 menjadi santapan untuk beberapa hari ke depan. Hhhh... tinggal Rp. 10.000. Ada orang yang mengamen di pasar, wanita yang sudah tua, dengan kebaya lusuh, dan membawa jarik yang penuh dengan pakaiannya. Dikasi ga ya? Ku rogoh kocek, ku berikan beberapa lembar uang ribuan. Bismillah pikirku...
Setelah pulang, bersiap hendak Jumatan. Menghadap yang Maha Baik, bersiap dengan yang Baik. Oh ya...nyiapin infak, cuma Rp. 1.000 pikirku. Kurogoh saku celanaku, alamak... ga ada yang tersisa di sana, sepeserpun tidak ada. Kemana gerangan sisa lembaran kepada nenek tua tadi? Hoe... lemas sudah badan ini. Apakah ada yang salah tatkala kasi ke nenek tadi ya???
Tidak tahu kenapa Shalat Jumat hari itu begitu khusyuk,hehehehe.
Ba'da shalat Jumat, hp berdering, sms dari temen istriku yang berada di FE Unair. O...mengundang untuk SKEMA (Sekolah Kepemimpinan Mahasiswa), materi yang masi diingat hingga saat ini : Learning Behaviour. Mendadak untuk besok pagi, aku jawab, Ya, InsyaAllah. Sedikit tercerahkan...
Besoknya, aku ngisi di FE. Setelah selesai ada balas jasa dari panitia. Alhamdulillah... aku bisa berangkat ke Jember tanpa harus hutang saudara saudara, luar biasa!
3rd.
Hari minggu kemarin, ada agenda di Keputih. Ada juga stand pembangunan masjid. Ada kuponnya, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, dst. Tanpa harus ambil kupon dimasukin aja tu ke dalam kotak untuk infak pembangunan masjid. Panitia memanggil-manggil, tidak perlu dihiraukan. toh kupon tidak diambil tidak apa-apa.
Sorenya, ketemu dengan temen di McD Basuki Rahmat, di jelaskan marketing plan bisnis yang bagus. Masi baru dan peluang untuk sukses besar. Aku tertarik, tetapi keinginanku tidak hanya 1 investasi, tetapi 3 investasi. Ada satu problem lagi, uangnya itu lo...
Malam, aku mencoba mengkontak temenku. Army namanya. Aku mencoba menawari dia, Alhamdulillah dia tertarik. Bahkan aku dikasi modal untuk 2 investasiku sedangkan dia sendiri cuma berinvestasi 1. Subhanallah... Akhirnya aku punya 4 investasi dibisnis ini. Wow...
4rd.
Kalo ini sudah lama. 1 bulan setelah menikah. Pertama kali ke Banyuwangi. Hmmm... banyak sekali hal yang berbeda dengan Surabaya, makanannya, adat orangnya, suasananya, dsb. Nah... pas maem di dekat Roxy, katanya si swalayan terbesar di sana, wkwkwkwk ada anak tuh yang jual koran, kurus, dekil, dan compang-camping, kira-kira belum genap 10 tahun lah. Nawarin tuh koran, masih mahal juga padahal udah sore. Hhhhh... aku tidak mau membelinya, ku tawari makan bersama. ealah...dia tersenyum. Satu bungkus dilahapnya dengan segera, waktu hampir habis dan target belum "lunas" katanya. "Makasi om...", katanya. " Om?, enak aja mas kaleee!", gerutuku sambil tersenyum.
2 hari setelahnya saat agendaku di Banyuwangi usai, ada penawaran dari Bu Prapti, orang yang baru ku kenal selama training 3 hari untuk menempati rumah putranya yang menyelesaikan program doktoral di Australia sampai 3 tahun lamanya. Subhanalloh...dan sekarang aku tinggal disana dengan segala keajaibannya, rumah besar tipe 56, lengkap da dapur, spring bed, tempat makan, mesin cuci, lemari es, dan keperluana lainnya. We'e...
5rd.
Apakah mungkin bisa mendapatkan lebih dari 3 juta / bulan meskipun bukan pegawai kantoran gedongan dengan hanya memberikan Rp. 300.000-an ke lembaga pengelola infak yang kita percayakan? InsyaAllah bisa. Sudah terbukti oleh banyak orang, meskipun /bulan cuma sekian ribu ke LMI, sekian ribu ke YDSF, sekian ribu ke Rumah Perubahan yang ada di Lumajang. Dengan demikian mukjizat akan semakin datang dan mencerahkan.
6rd.
Masih banyak lagi. Pengen merasakan? Mari kita berbuat baik dengan menikah. Ups... Mari kita berbuat baik dengan memberi. Semoga bisa menjawab pertanyaan di atas.
Tidak perlu dijawab dulu, aku mau cerita tentang seseorang. Dia, tokoh biasa yang luar biasa. Dengan mengungkapkan kata "Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah kepada kebenaran maka Tuhan akan memberikan jalan keluar dari semua permasalahan yang kita hadapi bahkan... Dia akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Bukankah tatkala kita melakukan 1 kebaikan maka Dia akan membalas 10 kali lipat? Sedangkan tatkala kita melakukan 1 keburukan Dia akan membalas sesuai dengan yang kita lakukan." Kata ini memberikan inspirasi untuk selalu berbuat baik. Meski berbuat baik tidak harus berwujud materi.
Beberapa cerita ini semoga bisa memberikan manfaat.
1st.
Selalu ada temen ngobrol, seperti hari itu. Janjian di suatu depot di Surabaya. Pesan 2 minuman. Ngobrol ngalur ngidul. Waktu membayar kita berdua "royokkan", saling memaksa agar bisa mentraktir. Alhamdulillah... aku yang menang. Setelah itu berpisah, karena kita punya jadwal yang berbeda.
Di tengah perjalanan, weleh sahabt baikku sms. Isinya, kita diundang makan siang ba'da Jumatan di Wapo Airlangga. Cepat sekali keajaiban terjadi Rp. 5000 diganti dengan Rp. 150.000. Total yang kita habiskan di Wapo.
2nd.
Undangan training di Jember datang hari Kamis. Aku bertindak cepat mempersiapkan semuanya, salah satunya berapa harga tiket Surabaya - Jember. Ku sms temenku yang dari Jember. Kereta Rp.60.000, kalo bus harga tarif bawah cuma Rp. 40.000. Alamak... di dompetku cuma ada Rp. 30.000, lusa harus sampai di sana lagi. Apa yang harus aku lakukan.
Besoknya aku belum menemukan jawaban. Bingung juga si... Istri mengajak belanja, bergantilah Rp. 20.000 menjadi santapan untuk beberapa hari ke depan. Hhhh... tinggal Rp. 10.000. Ada orang yang mengamen di pasar, wanita yang sudah tua, dengan kebaya lusuh, dan membawa jarik yang penuh dengan pakaiannya. Dikasi ga ya? Ku rogoh kocek, ku berikan beberapa lembar uang ribuan. Bismillah pikirku...
Setelah pulang, bersiap hendak Jumatan. Menghadap yang Maha Baik, bersiap dengan yang Baik. Oh ya...nyiapin infak, cuma Rp. 1.000 pikirku. Kurogoh saku celanaku, alamak... ga ada yang tersisa di sana, sepeserpun tidak ada. Kemana gerangan sisa lembaran kepada nenek tua tadi? Hoe... lemas sudah badan ini. Apakah ada yang salah tatkala kasi ke nenek tadi ya???
Tidak tahu kenapa Shalat Jumat hari itu begitu khusyuk,hehehehe.
Ba'da shalat Jumat, hp berdering, sms dari temen istriku yang berada di FE Unair. O...mengundang untuk SKEMA (Sekolah Kepemimpinan Mahasiswa), materi yang masi diingat hingga saat ini : Learning Behaviour. Mendadak untuk besok pagi, aku jawab, Ya, InsyaAllah. Sedikit tercerahkan...
Besoknya, aku ngisi di FE. Setelah selesai ada balas jasa dari panitia. Alhamdulillah... aku bisa berangkat ke Jember tanpa harus hutang saudara saudara, luar biasa!
3rd.
Hari minggu kemarin, ada agenda di Keputih. Ada juga stand pembangunan masjid. Ada kuponnya, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, dst. Tanpa harus ambil kupon dimasukin aja tu ke dalam kotak untuk infak pembangunan masjid. Panitia memanggil-manggil, tidak perlu dihiraukan. toh kupon tidak diambil tidak apa-apa.
Sorenya, ketemu dengan temen di McD Basuki Rahmat, di jelaskan marketing plan bisnis yang bagus. Masi baru dan peluang untuk sukses besar. Aku tertarik, tetapi keinginanku tidak hanya 1 investasi, tetapi 3 investasi. Ada satu problem lagi, uangnya itu lo...
Malam, aku mencoba mengkontak temenku. Army namanya. Aku mencoba menawari dia, Alhamdulillah dia tertarik. Bahkan aku dikasi modal untuk 2 investasiku sedangkan dia sendiri cuma berinvestasi 1. Subhanallah... Akhirnya aku punya 4 investasi dibisnis ini. Wow...
4rd.
Kalo ini sudah lama. 1 bulan setelah menikah. Pertama kali ke Banyuwangi. Hmmm... banyak sekali hal yang berbeda dengan Surabaya, makanannya, adat orangnya, suasananya, dsb. Nah... pas maem di dekat Roxy, katanya si swalayan terbesar di sana, wkwkwkwk ada anak tuh yang jual koran, kurus, dekil, dan compang-camping, kira-kira belum genap 10 tahun lah. Nawarin tuh koran, masih mahal juga padahal udah sore. Hhhhh... aku tidak mau membelinya, ku tawari makan bersama. ealah...dia tersenyum. Satu bungkus dilahapnya dengan segera, waktu hampir habis dan target belum "lunas" katanya. "Makasi om...", katanya. " Om?, enak aja mas kaleee!", gerutuku sambil tersenyum.
2 hari setelahnya saat agendaku di Banyuwangi usai, ada penawaran dari Bu Prapti, orang yang baru ku kenal selama training 3 hari untuk menempati rumah putranya yang menyelesaikan program doktoral di Australia sampai 3 tahun lamanya. Subhanalloh...dan sekarang aku tinggal disana dengan segala keajaibannya, rumah besar tipe 56, lengkap da dapur, spring bed, tempat makan, mesin cuci, lemari es, dan keperluana lainnya. We'e...
5rd.
Apakah mungkin bisa mendapatkan lebih dari 3 juta / bulan meskipun bukan pegawai kantoran gedongan dengan hanya memberikan Rp. 300.000-an ke lembaga pengelola infak yang kita percayakan? InsyaAllah bisa. Sudah terbukti oleh banyak orang, meskipun /bulan cuma sekian ribu ke LMI, sekian ribu ke YDSF, sekian ribu ke Rumah Perubahan yang ada di Lumajang. Dengan demikian mukjizat akan semakin datang dan mencerahkan.
6rd.
Masih banyak lagi. Pengen merasakan? Mari kita berbuat baik dengan menikah. Ups... Mari kita berbuat baik dengan memberi. Semoga bisa menjawab pertanyaan di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar