Kaget juga melihat temenku berubah menjadi lebih baik. Dia yang jarang shalat akhirnya rajin shalat, di awal waktu, di masjid , dan berjamaah. Bukan euphoria yang sesaat tetapi konsisten selama satu bulan ini aku bersamanya. Apa gerangan yang membuatnya menjadi lebih sopan dalam penampilan dan tutur katanya? Tidak sempat aku bertanya, Alloh memberikan jawabannya. Dia merekomendasikan salah satu training kepadaku. Dia mengaku, berubah setelah mengikutinya. Testimoni yang meyakinkan di tengah bukti dia berubah menjadi pribadi yang lebih menawan.
Aku masih merasa keberatan, bukan dari hasil tetapi dari uang pendaftaran. Investasi yang terlalu besar untuk sebuah training 2 hari. Dia terus memberikan dukungan, bahkan tidak ragu untuk merogoh koceknya lebih dalam. Aku diberikan harga murah dan aku tidak bisa lagi menolak.
Aku mempersiapkan diri dengan baik. Bukan apa-apa, aku tidak mau mendapat hasil yang mengecewakan. Aku juga seorang trainer jadi aku mempersiapkan banyak "lahan kosong" untuk menampung materi sebanyak-banyaknya. Niatku aku akan menduplikasikan materi yang telah aku peroleh dengan improvisasi dan inovasi yang secukupnya, di lain waktu tatkala aku mengisi suatu training. Kuatur strategi bagaimana aku bisa menyimpan materi, video, music, games, dan banyak lagi yang harus aku pahami agar semua berjalan optimal.
Hari yang telah dijanjikan tiba. 2 hari penuh pencerahan, seharusnya. tragedi terjadi semenjak hari pertama aku mengikutinya. Kesaan tentang allah SWT. momen yang luar biasa, hal ilmiah yang semakin meyakinkan bahwa Tuhan memang ada dan keyakinanku kepada Allah SWT, Robku semakin bertambah. Hal yang luar biasa terjadi, tatkala temen yang ada di depan, belakang, kanan, dan kiri mulai bergetar tubuhnya dan bersujud. Menangis tersedu-sedu, mengucapkan kalimat-kalimat kebesaran, merinding diri ini dibuatnya.
Aku heran. Akalku meyakini kebenaran didepanku. tubuhku juga menggigil. Tapi kenapa aku tidak kuasa untuk meneteskan air mata? Pun pundak dan kakiku tidak kuasa untuk bersimpuh dan bersujud. Hingga aku harus pura-pura untuk bersujud. Aku mencoba untuk memerintah diriku sendiri,
" Hai Dri... Ayo nangis rek!!!".
Aku semakin kesal karena kau tidak kuasa mematuhi perintah diriku sendiri, kenapa aku begitu keras. Ini tidak hanya berlaku bagi materi pertama saja, tetapi juga materi-materi berikutnya selama 2 hari ini. Hingga kemudian muncul pertanyaan di dalam hati, kenapa tatkala akalku bisa menerima seluruh kebenaran materi training ini tetapi hatiku tidak juga tersentuh hidayah agar emosi menjadi pribadi yang lebih baik meluap. Terus aku bertanya...
2008
Setelah aku membuka buku-buku lama aku mengetahui apa yang menjadi kesalahanku selama ini. Buku Hadist Arba'in yang dikumpul oleh Imam Nawawi. Hadist yang pertama tentang niat. Hal yang mencerahkan, tatkala kita melakukan aktivitas kebaikan dan saat itu kita meniatkan wanita yang ingin kita nikahi atau harta yang ingin kita miliki, hanya wanita dan harta itulah yang akan kita dapatkan. Berbeda dengan tatkala kita melakukan aktivitas kebaikan kita meniatkan karena Alloh dan Rosulnya
maka Alloh dan Rosulnya kita dapatkan, bisa juga wanita dan harta yang ingin kita miliki kita dapatkan juga. Nah lo.... Hubungannya???
Tatkala aku ikut training hanya ingin mendapatkan materi, video, music, games dan hal yang akan aku duplikasikan saat aku mengisi di tempat lain. Hanya itulah yang aku dapatkan, tak heran tatkala hati bergetar, akal menerima tetapi tidak cukup untuk meluapkan emosi hidayah yang sudah di dapat. Ada barrier yang muncul dari niat kita. Berbeda dengan temen yang ada di kanan, kiri, depan, dan belakang. Mereka bisa mendapatkan lebih dari yang aku dapatkan. Lebih baik dari Materi, video, music, dan games yaitu Hidayah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar