Sabtu, 01 Oktober 2011

MEMPEREBUTKAN 95T/HARI

Ada diskusi menarik hari ini. Menurutku ini diskusi bermutu meski dari orang-orang biasa seperti aku. Tentang perebutan dari uang yang berputar setiap hari di Republik kita. Katanya sich, dia yakin sekali bahwa data ini valid. Jumlah uang yang beredar dari Sabang sampai Merauke setiap harinya adalah 1000 T. Jumlah yang sangat besar bukan? Nah yang menarik bukan jumlah ini tapi yang memperebutkan. 95% dari total penduduk Indonesia memperebutkan 5% dari 1000 T dan sebaliknya 5% dari total penduduk Indonesia memperebutkan 95% dari 1000 T. Pertanyaannya kita termasuk di berapa %? Pun demikian diberapa % level mana? Atas, menengah, ataukah bawah?

Bicara tentang total uang yang diperebutkan, 5% dari 1000 T adalah 50 T dan 95% dari 1000 T adalah 950 T. Bicara tentang jumlah penduduk Indonesia, ambil gampang aja 250 juta, 5%-nya adalah 12.500.000 jiwa. sedangkan 95%-nya 237.500.000 jiwa. Terus...

Bagi komunitas 95% penduduk Indonesia rata-rata mendapatkan uang 50 T dibagi 237,5 juta jiwa, yaitu 210.526,32 rupiah. sedangkan bagi komunitas 5% penduduk Indonesia mendapatkan uang 950 T dibagi 12,5 juta jiwa, yaitu 76.000.000 rupiah.

Nah... temenku kemudian bertanya, apakah aku memiliki penghasilan 76 juta rupiah / hari??? Aku menjawab, InsyaAllah akan. Mohon doanya. Hehehehe. Terus dia masih melanjutkan pertanyaan, apakah aku sudah memiliki penghasilan 211 ribu rupiah / hari??? Aku berpikir, jika ditotal 211 ribu dikali 30 hari hasilnya adalah 6.330.000 rupiah dibulatkan 6,4 jutalah / bulan / orang. Akhirnya aku menjawab hampir. Dia semakin menegaskan, proses pembagian yang kecil aja kita belum bisa menjadi komunitas, berarti harus ada yang perlu kita tingkatkan. Aku sependapat.

Ternyata temenku tidak berhenti sampai di situ, dia terus menjelaskan. Ingat 6,4 juta itu 1 orang / bulan. Tanggungan kamu berapa? Aku tersentak. Pikirku 2 orang, istriku dan anakku berarti 3 orang denganku. Secara tidak sadar seharusnya aku bisa mendapatkan 6,4 juta kali 3 ya? weleh....

Semakin terkekehlah dia, berarti kita (berarti dia juga) masih menjadi "tingkat bawah", itupun belum sampai di altar teratas dari puncak bawah tersebut. Hmmmm...berdasar diskusi tersebut ada hal yang menarik. Kalau muslim harus kaya, salut kepada mereka yang menjadi komunitas 5% dari 950 T seperti Aburizal Bakrie, Aa Gym, Mario Teguh, dan tokoh lainnya. So berarti kita harus berbenah. Berubah menjadi lebih baik.

Untuk semuanya, ini hanya diskusi. Semoga bisa berbagi inspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar