Rabu, 05 Oktober 2011

MUDAH MENJADI ORANG KAYA

Wah... mau lebaran nich! Asyik, bisa tertuntaskan juga rindu ini. Bisa ketemu dan berkumpul dengan Ibu, Mas, Mbak, Keponakan, dan tentunya temen-temen SD, SMP, SMA yang rutin mengadakan reuni. Pasti banyak cerita yang akan terjadi. Apa ya yang unik di lebaran tahun ini?  Hhh… memang menyenangkan saat kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai status istimewa dalam hati kita. Mmmm… pengen segera takbir dan merasakan rasa rindu ini terlepas di hari raya. Ntah hari raya ke 1,2,3,4, dan lainnya karena begitulah jadwal yang harus aku lalui setiap tahunnya. Ndak pernah berhenti setiap harinya. Hohoho

Ups... nostalgia dalam lamunan itu tersadarkan dengan suara serak anak kecil yang sedang mengamen dalam bus yang aku tumpangi untuk mudik. Hhhh... mengganggu aja pikirku. Selalu seperti inilah yang aku rasakan saat naik bus kelas ekonomi saat menuju ke Kediri, tempat aku di lahirkan. Selain pengamen biasanya hadir juga pedagang asongan. Ya mau gimana lagi, bus Patas yang ku tunggu tidak kunjung hadir, seandainya mudik bareng BEM KM bisa berangkat lebih cepat, pasti tidak akan begini.

2 anak kecil itu, pengamen dengan baju lusuh dan kedodoran menyanyikan lagu yang unik. Tanpa terasa meski tadi sempat menggerutu akhirnya ku nikmati juga lagu itu. Serak sich... tapi pas banget dengan suasana pagi ini. Tanpa gitar, tanpa krepyek sehingga syairnya benar-benar masuk ke dalam hati. Unik juga lagunya...

2 lagu yang mereka hadirkan akhirnya usai sudah. Seperti biasa lagu ke 3 dinyanyikan oleh salah satu dari mereka dan satunya lagi berjalan kedepan sambil mengeluarkan bekas gelas air mineral untuk menarik ”hak” mereka karena telah menghibur penumpang dalam bus ini. Satu persatu penumpang ditarik dari bangku depan ke bangku belakang. Urut dan tertib serta tidak terlewatkan satu penumpangpun. Gelas bekas itupun semakin lama semakin terisi, ada yang kepingan logam dan ada juga yang berupa lembaran kertas. Wah... mereka mendapatkan banyak rejeki pagi ini. Emang bulan Ramadhan selalu membawa rahmat bagi mereka yang mau berusaha.

Dan akhirnya mereka sampai kehadapanku, “Mas... buat buka puasa sekeluarga mas”, kata anak yang memakai baju merah tua yang lusuh itu. Tangan kecilnya tetap mengacungkan gelas di hadapanku, dan aku tersenyum kepadanya. Hatiku masih ragu berpikir. Di kasi berapa ya? Kok kasian juga. Akhirnya aku ambil 2 amplop putih dari dalam tasku. Dan aku memberikan kepadanya. “Dik... ini yang satu untukmu dan yang satunya untuk temen kamu. Di bagi yang adil ya...”, kataku yang semakin trenyuh melihat kaki mereka yang kotor tanpa alas. “Mereka sahur apa ya tadi malam?”, tanyaku dalam hati. Dia melanjutkan menarik penumpang yang lain. Dia tersenyum sambil meninggalkanku berbeda banget sebelum aku memberikan 2 amplop putih itu. Dia memelas, kelihatannya. Aku membalas senyumnya.

Aku mencoba melanjutkan nostalgia tentang hari raya dan membuat rencana-rencana silaturahim. Belum sempat terpikir lama, pundakku ditepuk oleh 2 pengamen yang telah selesai menarik semua penumpang yang ada dalam bus. “Mas... Mas orang kaya ya?”, tanya anak yang berbaju merah lusuh itu.
Aku kaget, “Aku orang kaya? Wah, bukan... eh... belum” Aku menoleh pada pengamen yang satunya. Baju dengan logo S didadanya itu tampak banyak jahitan di sana-sini. Dia dengan bergetar menunjukkan 2 amplop yang telah di robek pinggirnya, dengan hati-hati “Isinya sangat banyak...”, suaranya terdengar iba, mungkin akibat bahagia yang dirasakannya.

Mereka tersenyum dan meninggalkanku. Mereka berangkulan erat dan turun dari bus. Mereka tidak mengucapkan terimakasih. Mereka sudah melakukan lebih dari itu. Aku memandangi amplop-amplop lain yang masih tersisa. Aku tidak tahu berapa isinya yang sebenarnya. Aku mengingat 2 wajah pengamen tadi. Di bawah kakiku aku melihat sobekan amplop tadi dan aku mengambilnya, aku menyimpannya bersama amplop yang lainnya. Aku ingin amplop yang terbuang ini masih tetap ada kalau-kalau aku akan lupa lagi bahwa aku ini sebenarnya amat kaya. Meski hanya menyalurkan dari orang yang tidak mau disebut namanya.


30102007 (Met Milad bu...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar